Jumat, 14 Desember 2012

Air Terjun Toroan


Air Terjun Toroan

Kabupaten Sampang memiliki sejumlah objek wisata alam yang potensial tapi belum dikelola dengan baik. Salah satunya, objek wisata Air Terjun Toroan. Tapi sayang, jumlah pengunjung tempat wisata ini kini mulai berkurang. Mengapa?
Pancaran keindahan alam yang natural benar-benar terasa saat koran ini mendengar percikan air yang jatuh dari atas. Itulah suasana yang terekam saat koran ini datang ke objek wisata Air Terjun Toroan, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang. Namun demikian, suasana ini tidak didukung oleh sarana dan fasilitas yang ada di lokasi. Artinya, kondisi objek wisata Air Terjun Toroan sangat memprihatinkan.
Saat wartawan koran ini menikmati pemandangan Air Terjun Toroan, salah seorang petugas keamanan desa bernama Sayar, bercerita, supaya bisa aman memasuki Air Terjun Toroan, maka pelancong harus menuruni lembah curam dengan jalan setapak sejauh 50 meter. "Yang membabat jalan itu saya dan teman-teman," tuturnya.
Menurut dia, jalan tersebut merupakan jalan alternatif. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua, bisa dititipkan kepada pria berusia 30 tahun tersebut. "Kalau sepeda motor, sebenarnya bisa dibawa dan diletakkan di dekat air terjun. Tapi kalau tidak mau repot, bisa dititipkan kepada kami saja," imbuhnya.
Pria yang bekerja sebagai penambang pasir ini kemudian mengajak koran ini untuk mendekati lokasi Air Terjun Toroan. Kenyataannya, memang tidak ada akses jalan sama sekali. "Pengunjung harus bersedia untuk mengitari bibir pantai dengan batu - batu karang dan sisa genangan air laut untuk bisa menuju Air Terjun Toroan," terangnya.
Kepada koran ini, saya menuturkan bahwa di areal Air Terjun Toroan memang tidak aman. Dia menuturkan bahwa sering terjadi perampasan handphone milik pengunjung. "Biasanya anak-anak dari luar daerah sini yang seperti itu Mas. Karena itu bapak kepala desa menugaskan saya di sini," akunya.
Pria kelahiran Ketapang Daya ini menambahkan, dulu Air Terjun Toroan pernah menelan korban. Insiden tersebut, terjadi setelah ada salah seorang pengunjung yang berenang di sekitar air terjun. "Dulu ada dua orang yang menjadi korban. Kalau tidak salah, keduanya tercatat sebagai warga Bangkalan. Tapi, itu dulu dan sekarang sudah tidak ada lagi," terangnya.
Setelah ditanya tentang penyebab meninggalnya dua korban tersebut, pria yang pernah melancong ke negeri seberang tersebut mengaku tidak tahu pasti. "Jika ada unsur mistik saya kurang tahu. Tapi jika diukur kedalaman palung tersebut memang benar - benar dalam. Kira-kira seukuran pohon bambu," ujarnya.
Ditandaskan, Air Terjun Toroan saat ini hanya difungsikan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Termasuk mencuci pakaian, mandi, dan menyuci jaring. "Setiap hari, warga sekitar datang ke sini untuk mencuci, mandi, dan mencuci jaring," pungkasnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar