Jumat, 14 Desember 2012

ASAL USUL NAMA MAKAM AIR MATA AROSBAYA


ASAL USUL NAMA MAKAM AIR MATA AROSBAYA

Alkisah tersebutlah pada jaman dahulu. Pada jaman pemerintah sultan agung di mataran. Pada suatu hari beliau kedatangan rombongan dari sampang madura yang dipimpin oleh panimbahan jurukiting. Maksud dan tujuan kedatangan nya adalah untuk menghadapkan seseorang yang bernama Raden Praseno yaitu salah satu putra raja arosbaya yang bernama Raden Koro yang bergelar pangeran tengah. Setelah maksud kedatangannya di jelaskan kepada sultan agung tengtang asal usul R. praseno, kemudian beliau merasa sangat iba dan menaruh rasa sayang kepada R praseno. Hal ini disebabkan antara lain karena ia telah di tinggalkan oleh ayahnya ketika ia masih kecil.
Karena itulah kemudian R praseno mendapat kepercayaan dari sultan agung dan di angkat untuk menjadi raja dan di beri kekuasan di arosbaya, berkedudukan di sampang dengan mendapat gelar PANGERAN CAKRANINGRAT I menggantikan paman nya yang bernama pangeran MAS. Beliau menmpunyai seorang permaisuri yang bernama Syarifah Ambami. Walaupun Pangeran cakraningrat I ini memerintah di madura, tetapi beliau banyak menghabiskan waktu nya di mataram,membantu sultan agung. Sedang pemerintahan dimadura, selama beliau berada di mataram, tetap berjalan lancar.
Melihat keadaan yang demikian, istrinya syarifah ambami merasa sangat sedih. Siang malam beliau menangis meratapi dirina. Akhirnya beliau betekat untuk menjalankan pertapaan. Kemudian bertapalah beliau disebuah bukit ang terletak di daerah buduran arosbaya. Dalam tapanya itu beliau senantiasa memohon dan berdoa kepada yang maha kuasa,semoga keturunananya kelak sampai pada tujuh turunan dapat di takdirkan untuk menjadi penguasa pemeritahan di madura.
Di kisahkan pula bahwa dalam pertapaan nya itu beliau bertemu dengan nabi haidir AS. Dari pertemuannya itu pulalah beliau memperuleh kabar bahwa permohonannya insyaAllah di kabulkan. Batapa senangnya, akhirnya beliau bergegas pulang kembali ke sampang. Sedang beberapa lama kemudian Pangeran Cakraningrat I  datang dari mataram. Di ceritakanlah semua semua pengalamannya semenjak suaminya berada di mataram, bahwa beliau menjalankan pertapaan dan diceritakan pula hasil pertapaan nya kepada Pangeran cakraningrat I.
Setelah selesai mendengarkan cerita istri nya itu, Pangeran cakraningrat I bukanlah merasa senang, akan tetapi beliau merasa bersedih dan kecewa terhadap istrinya, mengapa beliau hanya berdoa dan memohon hanya sampai tujuh turunan saja. Melihat kekecewaan yang terjadi pada diri Pangeran cakraningrat I ini, beliau merasa berdosa dan bersalah terhadap suaminya.
Setalah Pangeran cakraningrat I kembali ke mataram, beliau pergi bertapa lagi ketempat pertapannya yang dulu. Beliau memohon agar semua kesalahan dan dosa terhadap suaminya diampuni. Dengan perasaan sedih beliau terus menjalani pertapaannya. Beliau selalu menangis, menangis dan terus menangis, sehingga air mata nya mengalir membanjiri sekeliling tempat pertapaannya, sampai beliau wafat dan dikebumikan di tempat pertapaannya, yang sampai sekarang kita kenal dengan nama : MAKAM AIR MATA

Sumber : http://bangkalanmudern.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar